Catatan Ide sederhana

Hidup Mati, Sebuah Amal




Sudah kita ketahui bahwa manusia diciptakan untuk melakukan kegiatan penghambaan kepada penciptanya. Kegiatan penghambaan ini kalau kita lihat dari sudut pandang syari’at secara garis besar dapat disimpulkan menjadi dua kategori, yaitu: melaksanakan semua perintah agama dan menghindar dari melakukan hal-hal yang dilarang oleh agama ( imtitsall al-awaamir wa ijtinaab nawaahi) . Dua kategori inilah yang dapat diserap dari terma ibadah , sebagai tugas utama manusia sebagai hamba.
Selain itu,
bagi seorang muslim sudah sepantasnya untuk melaksanakan dengan bersungguh-sungguh  dalam beribadah. Ibarat patung, boneka akan diperlakukan sia-sia karena tidak adanya keberadaan ruh didalamnya, begitu perbuatan ( ibadah)yang kita lakukan dengan jerih payah dengan menanggalkan sifat malas, urusan-urusan , akan terbuang sia-sia dan tidak bernilai disisi tuhan, jika kehadiran perbutan tersebut tanpa disertai  ruh( substansi) dari amal ibadah tersebut. Lantas apakah sebenarnya ruh dari perbuatan itu? Untuk menjawab pertanyaan itu mari kita renungkan makna hadits nabi Muhammad SAW berikut ini:
((لا يقبل الله من الاْعمال الا ما كان خالصا له وابتغى بها وجهه))
Dari hadist, penulis menyimpulkan, sebanyak apapun aktivitas yang bermuatan nilai positif (ibadah) yang dilakukan, baik yang sifatnya vertikal kepada pencipta maupun horisontal kepada sesama ciptaan(mahluk) yang kemudian penulis sebut sebagai “amal”, akan menjadi tidak bernilai jika dalam pelaksanaannya tidak terkandung rasa ikhlas dalam hati pelakunya (hamba).  Salah satu tokoh sufi, Ibn Athoillah Assakandary juga pernah mengatakan bahwa ruh setiap amal adalah Ikhlas.
Tanpa rasa sepenuh hati, untuk untuk mengihklaskan diri, maka pamrihlah yang akan datang berduyun-duyun. Dan timbal-baliklah yang di inginkan. Beramal demi datangnya balasan-minimal sebuah pujian- akan layu dan tidak akan pernah muncul kepermukaan, seandainya balasan yang diinginkan tidak kunjung didapatkan. Kemungkinan besar , kekecewaan dan rasa kesia-siaan akan membuah dari amal yang berakar dari suatu harapan akan balasan  yang menguntungkan, jika amal tersebut tumbuh tanpa adanya balasan. Pertanyaanya, apakah hanya ini -amal berujung kecewa-  yang dapat kita lakukan? 


Tag : Refleksi
0 Komentar untuk "Hidup Mati, Sebuah Amal"

Back To Top