Berbanjar-banjar serumpun ilalang
Bergerak-gerak membenak hitam
Mendenyutkan nadi utk terus terbang membayang
Dan pekat, melingkup alam malakut dalam ayalan
Pertanyaaan itu,,
Mengujiku sebgai penuntut ilmu,
membuyarkan ayal penuntut
lemu
kuingat terus, dan tak satupun yang teringat
hnya,
dimalam itu
qt lingkri secangkir dengan diskusi
dan tak satu lembaran kuning qita kuliti
haha,, diskusi itu tentang santri putri,,
waktu berjalan melanjut Tanya
“sudahkah aku ahli ibadah?
Q pun linglung,,
Corong-corong adzan memanggili
Terbirit-birit aku lari
Terlihat shaf-shaf sahut-menyahut terisi
Q msuk shaf awal kamar mandi
Dan disini aku kencing berdiri,,
Haha,,keamanan q salip dari kiri,,
Langkah gemulai menyelinap
Memperdengar suara tausiyah
“ bangunlah malam, untuk keluh kesah”
Q pun berPeluh Resah, berpeluh resah
Lalu sadar, q pun basah
Terdengar suara titah
“ abdikan kaki tanganmu untuk kyai”
Sudikah tanganku untuk kyai , sedang amarah membuncah
menguasai diri
Sedang rotan tanganku mengincar para santri
Akankah ku abdikan diri
Sedang kaki kuangkat pongah
Ku angkat tegap, menitah, menyumpah, kadang bahkan menyampah
Q tak tau diri
Kedekatan dengan kyai ku tunjukkan
Dengan membirkan dihujani caci maki
Hujanan caci maki q biarkan bertali-temali dengan birahi
posisi kopyah ku mantabkan
gulungan sarung kunaiikkan
hati baja ku iris dengan
“Fa ‘ala yaf’ulu fa’lan
Gema suara dipelataran
Beranak pinak dalam pikiran
Alhamdulilla alldzi qod wafaqoo
Syukur tunduk berbaris
Dalam iringan kalam nadzom di pendopo
Qoola muhammadun huwabnu maliki
Teguhkan tali untuk awas diri
Doa restu kyai
Tak tebendung ingin ku miliki”
(Yusroful Kholili, 17 september 2015)
Tag :
Puisi
0 Komentar untuk "Santri Apa"