Catatan Ide sederhana

ADa-AdA Saja


Banyak sekali suasana yg t
k dpt dtmui di selain bulan ramadan. Diantarnya adal gema lantunan kalam ilahi terdengar dri corong masjid masjid dan musolla diberbgai tmpat. Tak hanya diperkotaan , dipedesaan pun semua corong corong langgarnya berlomba lomba menyaringkan dialog antara hamba dan tuhannnya.

Pelaksaan sholat teraweh yg hanya dilaksankan satu tahun sekali, juga turut manrik pria,wanita, tua.muda bakan ank2 utk menyesaki jalanan mnuju tempat sholat. Dan tempat sholatpun mulai gemuk oleh manusia dengan berbagai ritual keagamaan khas ramadan, taraweh tadarus,majlis ta'lim dan lain sebagainya.
Image

Selain itu, terdapat beberpa fenomena yg ditmui, yg menurut penulis menggelitik. Salah satunya adalah aneka cara jawaban jamaah menjawab nida' yg memisah antara dua slahat tarawih.

Biasanya nida' yg dipakai oleh bilal adalah menggunakan salawat " allohumma solli ala muhammad" atau redaksi berbeda yg substansinya sama. Dan lafad yg lazim dipakai utk menjawab nida' itu adalah semacam lafadh "allohumma solli alaih"  . Namun entah karena saking semngatnya atau mngkin utk sedikit memangkas jawaban nida' , terlontar suara " solllaalle" dan yg lain terdengar dg bacaan "ale-ale..." sbg jawabn dri jamaah bagian belakang, yg biasanya diisi oleh kalangan remaja dan anak2.

Ditempat lain, lain lagi ceritanya. Ditngah2 pelaksannan salat teraweh dengan kecepatan yg agak lamban, jamaah dibrisan tengah yg diisi kebnyakan ank muda, punya cara berbeda utk menyindir si imam. Saat nida' dibacakan, di barisan
Tengah tanpa dikomando, serentak menjawab " asselole". Tak terima dengan jawaban yg dilontarkan barisan shaf didepannya, saat pembacaan nida' pemisah shalt selanjutnya, barisan ank2  dengan nyaring dan terpadu, menjawab " selaweeeeee,,,".

 Dan satu musollapun ramai dengan jawaban nida' yg berbeda beda. " allohumma solli ale" dibarisan awal, "asselole" dibarisan tengah dan jawaban " selawe..." menyambut dri brisan belakang. Tanpa ada
yg menggubris, aneka jawaban itu pun sukses menambh kecepatan solat taraweh. Dan mungkin terbesit di hati sang imam " tancap gas..".

Selesai sholat, karena kesal,mungkin. Imam mnghadap kepada jamaah dan bertnya " kenapa jawab nida' nya kok kyak gitu, kayak es campur saja???". Pertanyyaan hnya dijawab hanya saling toleh menoleh saja, jamaah dibarisan awal noleh kebarisan dibelakangnya, yang ditoleh noleh kebelakang, begitupun seterusnya sampai dishaf paling belakang. Sunyi, semua diam seribu bahasa, mau noleh kebelakang, dibelakang sdah tidak ada barisan lagi. Toleh menleh pun terjadi, lemparan pandangan matapun terjadi antar teman sebarisan di shaf ahir, berharap ada yg mau mnjdi pahlawan utk mnjawab pertnyaan imam. Tak lama kemudian, sura lugu terdengar " yang pentingkan bisa memisahkan dua sholat ust,," jawab seorang bocah yg sarung nya sudah diselempangkan dr pundak ke punggung, kopyah pun mulai tak pada posisi kepala nya, agak tersundul kebalakang dengan posisi miring. Dengan jawaban yg berasal dr  Wajah imut dn sumringah itu si imam pun hanya bisa berbalik ke arah kiblat dan dengan suara keras membaca " allohumma solli 'ala muhaammad" yg kemudian disambut jawaban jamaah dngan serentak " allohumma solli alaihi wa 'ala ali wa sohbihi wasliim". Ditengah gema solawat tsb, sibocah tadi terlihat berjaln keluar menuju pelataran musolla dan dengan nyaring berkata " Selaweeee,,,pe'en dewe" dan " kabuuuur"...

#pernak_pernik_Ramadan
Tag : Refleksi
0 Komentar untuk "ADa-AdA Saja"

Back To Top