Gondanglegi, disinilah rayon ulil
albab didirikan. Ulil albab adalah nama dari lembaga kaderisasi tingkat paling bawah PMII Komisariat Al-Qolam . Sebagaimana kita tahu bahwa Rayon merupakan lembaga yang menjalankan
tugas kaderisasi bagi anggota Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus (OMEK) PMII yang berada pada bagian ujung
tombak
.
.
Rayon Ulil Albab dibentuk pada
tahun 2012 dimasa kepengurusan komisariat yang pada saat itu ketua umumnya
adalah sahabat Irmansyah. Rayon ulil albab ini untuk mewadahi anggota PMII
untuk melaksanakan proses pengkaderan di PMII , yang mengikuti kegiatan
studi di Program Studi Pendidikan Agama
Islam (PAI) dan Program Studi Ahwalus
Syakhsiyyah (AS) Sekolah Tinggi Agama
Islam (STAI) Al-Qolam .
Karena melihat komisariat PMII
dikampus-kampus lain mempunyai Rayon yang secara structural kepengurusan ada
dibawahnya untuk melaksanakan roda keaderisasi di PMII, akhirnya Pada tahun
2012 , shabat Irmansyah selaku Ketua Umum komisariat PMII al-Qolam waktu itu
beserta sahabat-sahabat yanglain, dalam
kepengurusan Komisariat, membentuk Dua Rayon, yaitu Rayon Pembaharuan untuk menjalankan kaderisasinya di STKIP
Al-al-qolam dan rayon Ulil Albab untuk membawahi anggotanya yang melaksanakan
studinya Di STAI Al-Qolam.
Pemberian nama ulil albab ini diambilakn
dari salah ayat al-qur’an yang berbunyi
إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ
وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآَيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ (190) الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى
جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا
خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ (191
Atas usulan sahabat Mukhtar yang kemudian disetujui oleh anggota pengurus
rayon yang waktu itu hanya berjumlah 10 orang. Lantas kenapa kata “ Ulil Albab”
lah yang diambil menjadi nama dari rayon ini?
Filosofi Kata
Ulil Albab dijadikan nama dari rayon ini tidak terlepas dari dua tinjauan,
pertama tinjauan etimologi, dan yang kedua tinjauan terminology ulil albab dari
al-qur’an. Secara etimologi Term “Ulil Albab “ ini berasal dari bahasa
arab, yaitu lafadh Ulu yang berarti Orang yang Punya, dan kata Albab
yang merupakan jama’ dari kata Al-Lub ,yang menurut Imam Ar-Razi ulama berbeda
pendapat mengenai arti kata ini, sebagian berpendapat bahwa al-lub adalah akal,
karena akal ini merupakan komponen yang paling mulya ada dalam diri manusia, karena dengan akal
ini, manusia berbeda dengan binatang, dan mendekati derajat para malaikat,
dengan akal inilah manusia dapat membedakan hal-hal yang positif( khoir)
dan hal-hal yang negative( syarr) .
Sedangkan ada juga yang mengatakan bahwa al-lub sebutan untuk “hati,
tempat akal berada ( Fathur Razi, Tafsir Ar-Razi, juz:3 , hal:186) . Sehingga
secara terminology term Ulil Albab dapat diartikan dengan “Ashab al-Uquul” yang bermakna orang yang mempunyai akal
fikiran ( Jalaluddin Mahalli, Tafsir
Al-Jalalain, juz:1,hal: 275) .
dengan artian ini diharapkan nantinya kader ulil albab sebagai mahluk yang
punya potensi berpikir dengan adanya otak yang telah dianugrahkan oleh Allah
SWT, dapat memfungsikan akalnya untuk sesuatu yang maslahat secara optimal.
Tinjauan kedua
berdasarkan penjelasan kriteria dari al-qur’an sebagai sumber pedoman utama
bagi kalangan muslim. Kata Ulil Albab
telah banyak disebutkan dalam al-qur’an dan penulis hanya akan membahas
salah satu ayat yang menerangkan tentang ulil albab sebagaimana dalam surat
al-Imron :190-191. hal ini melihat keterbatasan pengetahuan penulis disisi lain
karena ayat inilah yang dijadikan landasan oleh saahabat Muhtar dalam pemberian
nama rayon ulil albab. Dalam ayat ini, disebutkan karakteristik mahluk ulil albab sebagaiman
berikut:
1.
Berdzikir
Sebagai
hamba yang telah diciptakan, manusia dituntut untuk mentransformasikan seluruh
kemampuannya dengan menggunakan seluruh unsur-unsur yang ada didalam diri
manusia, baik dengan hati, lisan dan seluruh anggota tubuh untuk beribadah
kepada penciptanya.hal ini sebagaimana yang telah disebutkan dalam ayat diatas.
Lafadz yadzkurunallah menunjukkan ibadah dengan menggunakan lisan,
lafadz qiyaamaan wa qu’uudan wa ‘alaa
junuubihim petunjuk untuk ibadah
denagn menggunakan unsur jasmani, dan lafadz wayataffakkaruuna,,
petunjuk untuk ibdah dengan menggunakan hati dan ruhani.
Hal
ini merupakan informasi untuk memompa semangat manusia
dalam aspek spiritual kepada mahluk ulul albab,mahluk yang dituntut untuk
menjalankan tugas penghambaan nya secara sempurna dalam kondisi apapun.spirit
inilah yang akan menimbulkan semangat etos kerja, optimis dan professional
dalam hidup.Jika hal ini dilakukan maka akan terciptalah keseimbangan hidup
diera globalisasi dan westernisasi yang kiat akut ini.
2.
Tafakkur (berfikir)
Tafakkur
merupakan aktivitas yang dilakukan oleh akal sebagai pembeda dengan mahluk yang
lain. Selain manusia telah dianugrahi
modal untuk berfikir juga disediakan untuknya objek berfikir yang dapat
dijangkau oleh otak, yaitu apa yang ada dibumi dan langit(ma fissamawaati
wal ardh).
Banyak
sekali perkara dibumi untuk dijadikan bahan berfikir, diantaranya biologi,
fisika, geologi, geografi, social, ekonomi, politik dan lain sebgainya.
Begitupula yang ada dilangit semisal antariksa , perbintangan dan lain
sebagainya. Jika ini dapat dilakukan semuanya akan bermanfaat untuk kehidupan
manusia didunia, dan akhirnya untuk mengetahui tabir kekuasaan Allah Swt.
Karakter kedua ini akan menghasilkan semangat keilmuan dan kesadaran sosial
terhadap sesama.
Atas
dasar tersebut kader dalam rayon “ Ulil Albab” diharapkan dapat mengkolaboarsikan
dalam dirinya untuk selalu berusaha menjadi Mahlluik ulul albab,
Sebenarnya hal ini telah diisyaratkan pada nama “Ulil Albab”
bukan “ Ulul Albab” yang jika analisis menggunakan pendekatan gramatikal arab term ulil albab
secara I’rab berada pada posisi majrur dengan menaqdirkan ‘amil Jar yaitu íla, yang jika kita dohirkan akan
menjadi ila Ulil Albab yang
bermakna “ menuju Mahluk ulul albab” sebagaimana karakteristik yang telah
dipaparkan diatas.
Oleh : Yusroful Kholili
Tag :
Refleksi

0 Komentar untuk "“Menuju Ulul Albab”"